Sabtu, 05 Mei 2012
Sherlock vs Holmes
Jumat, 20 April 2012
Rumah Pagi
Selepas lelah, kita berharap sejuknya ramah. Meneduhkan raga yang terkuras habis tenaganya atau baru saja melewati hari dengan aktivitas luar biasa. Tetapi, kemarin-kemarin saya berpikir bahwa tidak selamanya ramahnya rumah akan selalu hadir. Akan ada suatu hari di mana kulminasi lelah kita tidak lagi berujung rumah tercinta, tetapi tempat lain yang kita perlu usahakan untuk ada ramah. Ya, kita tidak akan tinggal di rumah selamanya, bukan..
Ketika libur kuliah dan menyempatkan pulang, kenangan sepi itu sering menggores memori. Pukul 10 pagi ketika bapak pergi ke kantor dan dua orang adik pergi sekolah, nenek sudah meninggal dan kadang mama pun tidak ada di rumah untuk menjemput adik. Tinggallah saya seorang. Dalam sepinya pagi, mengingat dalam-dalam goresan keceriaan dulu.
Rumah yang berbeda keceriaannya. Bapak yang biasanya ditunggu kedatangannya karena membawa kue sepulang kerja. Pertengkaran saya dan Bayu yang selalu dilerai mama dan berakhir kita berdua (atau salah satu) tidur kelelahan. Omelan nenek yang kadang diikuti oleh kue (sederhana) buatannya yang nikmat ditengah hujan. Dan tentunya berkumpul di ruang tengah dengan satu buah televisi dan kehangatan keluarga.
Tapi roda kehidupan memang tidak dapat dan tidak boleh ditahan..
Semuanya berputar karena kita perlu berubah. Kita tumbuh. Kita hidup. Kita digantikan. Dan semoga saja, keberadaan kita dapat membuat hidup lebih baik.
Six years
We still like cats
We’re still brothers
who are trying to make their parents proud of them
in their very own way
...
and we've got an angel company :)
Sabtu, 24 Maret 2012
Refresh! New URL
tadinya mau eskopi.blogspot.com tapi gak tersedia dari si blogger.com-nya,
anyway, still feel free to read, enjoy and share! :D *berasa penting. hehe
Kamis, 15 Maret 2012
Reaksi Rasa
Bagaimana kalo engga ada suka atau benci, tapi cuma oksitosin yang bereaksi
Bagaimana kalo engga ada amarah, tapi cuma kortisol yang meningkat
Bagaimana kalo engga ada rasa takut, tapi cuma aktivitas amigdala di otak kita
Apa emosi itu ada? Atau hanya aktivitas kimiawi hormon dan biologis otak?
Kalo emosi itu hormonal, lalu karakter seseorang itu masih bisa diandalkan? Bagaimana jika rekayasa hormonal dapat mengubah karakter sesuai yang kita mau?
Kalau karakter itu hormonal, masih pedulikah kita untuk menyukai atau membenci seseorang?
Bagaimana yang kita benci atau sukai bukanlah orang itu atau karakter orang itu, tetapi kita membenci atau menyukai reaksi kimia yang terjadi pada orang itu?
Atau, bagaimana jika kita membenci atau menyukai orang lain karena reaksi kimia yang terjadi pada diri kita sendiri?
Minggu, 26 Februari 2012
Terperangkap Tubuh
Ada momen-momen tertentu di mana seseorang merasakan kebosanan, tetapi bukan kebosanan seperti menunggu dalam antrian belanja atau lainnya, melainkan kebosanan yang menggumpal dalam kejenuhan dan dapat berubah menjadi kulminasi diri untuk menyalahkan lingkungan. Sebuah rasa berontak untuk melawan keterbatasan diri secara abstrak. Tubuh yang tersusun dari sel hingga sistem organ ini menjadi sangkar pengekang sebuah jiwa yang ingin lepas.
Lingkungan yang statis dalam kesalahan. Keteraturan yang tidak harmonis yang justru membekukan daya terbang imajinasi diri hingga pikiran diri ini berkonklusi bahwa tidak ada salahnya untuk mengunci diri dalamnya kebosanan hati dengan lukisan senyum dan tawa palsu untuk ditebar dalam hari. Daya dan keinginan untuk melakukan sesuatu itu selalu bergejolak karena didorong oleh kejenuhan. Lalu, logika berusaha menahan perasaan agar gejolak tersebut tetap pada garis yang seharusnya. Logika menjaga perasaan agar tidak berusaha melepaskan jiwa yang bosan dari daging yang membungkus ini.
my mind holds the key
Namun, keinginan yang bergejolak itu selalu datang dan pergi. Datang dengan amplitudo gejolak yang lebih tinggi dari sebelumnya karena kebosanan terhadap lingkungan yang mulai menggerogoti logika hingga mulai busuk. Tidak ada dinamika dalam gerakan yang ada dari matahari terbit hingga tenggelam. Pertanyaan mengenai moralitas hanya disanggah dengan cibiran. Pertanyaan mengenai Dia dianggap pelanggaran teritorial iman. Pertanyaan mengenai perasaan hanya disandingkan dengan ejekan tak bermakna.
Memaang ada saat waktu itu berharga dan bermakna. Hangatnya kenangan indah yang sangat menyenangkan bila diputar ulang, tetapi itu merupakan jarak terjauh untuk mencapai kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu menyakitkan pada akhirnya. Lalu, momen yang menjenuhkan itu berputar kembali, hidup di sekitar kita tanpa dinamika. Kesombongan karena prestasi menjadi konsumsi lumrah. Penyakit ketergantungan dan para pengecut yang bersembunyi di balik nama besar. Bumi seolah dimaklumkan untuk rusak dan hancur. Rasa ingin memperbaiki tidak lain adalah arogansi segelintir makhluk fana yang merasa berkelas. Menggerus arti. Segala sesuatu tidak bermakna. Dangkal.
set my spirit free
Jiwa yang bergejolak ini pun semakin berontak. Kebosanan yang memuncak karena mengunci diri tak lagi mencukupi. Senyum dan tawa palsu sudah kering untuk ditebar. Jiwa yang meronta untuk lepas dari tubuh fana ini tak mampu lagi ditahan logika. Memburu kebebasan. Meninggalkan kejenuhan. Melepaskan diri dari sangkar. Berharap menemukan makna.
nothing to blame but self
...
find a way :)
Peter Gabriel - My Body is A Cage
Rabu, 25 Januari 2012
Sherlock: Not A Review :p
Dialog analisis Sherlock yang cepet ditambah aksen British yang lumayan kental emang bikin beberapa scene mesti diulang biar ngerti. Tapi, buat yang males perhatiin detail analisis Sherlock, alur utamanya tetep jelas dan bisa diikutin.
and I found some awesome scenes that worth being snapshot :)
Holmes brothers. Sherlock (left) and Mycroft (right). Duo jenius di dunianya masing-masing
Sherlock (left) a Consulting Detective is in one cell with Moriarty (right) a Consulting Criminal
what is The Final Problem, Sherlock?FYI. kita juga bisa nemu Benedict Cumberbatch (Sherlock) yang jadi naga dan Martin Freeman (Watson) yang jadi Bilbo di The Hobbit. Haha
Gambar terakhir agak spoiler nih, hehe
Sherlock Holmes Indonesia *Sherlockian kudu masuk..
Sherlockology *Fan site, cobain download ring tone-nya. Cool!
Rabu, 11 Januari 2012
Subspesies
People get to draw this neat little circle and everyone inside the circle is normal. Everyone outside the circle should be beaten, broken and reset so they can be brought into the circle. Failing that, they should be institutionalized, or worse, pitied. -House
***
Kata-kata di atas merupakan quote dari Dr. House di serial House MD episode Lines In The Sand. Episode ini nyeritain tentang anak autis yang tiba-tiba punya simptom yang engga terdiagnosis sehingga di bawa ke Departemennya Dr. House. Selebihnya, quote ini bermakna kalo orang-orang itu punya aturan sendiri dalam berkehidupan sosial yang diibaratkan sebuah lingkaran, orang yang dianggap normal akan masuk ke dalam lingkaran, sedangkan orang yang dianggap tidak normal akan dirusak, disingkirkan atau diperbaiki hingga akhirnya mereka bisa di bawa ke dalam lingkaran. Jika gagal dari itu, mereka akan diperbaiki lagi, atau biasanya, dikasihani.
Begitu juga kayaknya dalam pergaulan, beberapa orang punya pola pergaulan kaya lingkaran gitu. Mereka bakal bergaul dengan beberapa ‘jenis’ orang tertentu aja, gak salah sih, cuma ga enak aja. Kalopun beberapa orang berinteraksi dengan orang yang bukan jenisnya, mereka bakal berinteraksi seperlunya dan bahkan terkesan dipaksakan. Entahlah, manusia mengelompokkan makhluk hidup lain dari kingdom hingga spesies, bahkan subspesies pada beberapa makhluk hidup, dan ternyata manusia sendiri yang mengelompokkan dirinya ke subspesies. Homo sapiens hedonis, Homo sapiens religiunensis, Homo sapiens aktivis, dan lainnya. Sekali lagi gak salah sih, tapi ya.. gitu aja. Hahaha....ngik
Psycho Rangers. Dulu gak tau artinya Psycho, entah kenapa kedengerannya keren
Mind-numbing social niceties
Lebih parah lagi kalau beberapa subspesies manusia harus tersingkir dari kompetisi, eleksi atau apapun yang sejenis dalam populasi karena status subspesies dia yang gak sesuai dengan subspesies dominan dan nilai-nilai kompetensi diabaikan. It’s load of crap, you know.
So, whoever you are. Let’s recalibrate your point of view of people. Don’t get emotionally stupid. Salam (tempel).







