Minggu, 05 Juni 2011

Setahun (?) Gizi UI 2010



Terima Kasih untuk keceriaan selama setahun ini. Semoga keceriaan ini bisa bertahan di tahun-tahun berikutnya, bahkan sampai akhir hayat kalian. Karena, memiliki teman adalah sesuatu yang sangat berharga. Ketika ada satu orang yang bermasalah, harapannya 65 orang yang lain siap membantu.

Pa Kus

Kurang lebih itu pesan Pak Kusdinar, dosen anatomi di semester satu dan patofisiologi di semester dua Departemen Gizi UI. Pesan beliau sangat berharga dan untuk beberapa teman yang bakal meninggalkan Gizi UI, semoga dapat jalan yang terbaik. Meraih cita-cita bukan sesuatu yang membuat sedih kan? ehehehe

Jumat, 20 Mei 2011

Perpustakaan

Perpustakaan SMA merupakan perpustakaan yang benar-benar perpustakaan bagi saya. Saya ingat perkataan guru bahasa Indonesia SMP saya bahwa pusat dari suatu sekolah merupakan identitas sekolah tersebut. Pada sekolah negeri reguler, perpustakaan seharusnya menjadi pusat area sekolah. So far, Cahaya Madani menempatkan perpustakaannya di area yang strategis.

Pertama kali saya bermalam di asrama, saya mengunjungi perpustakaannya dan saya terkejut kagum dengan koleksi buku di perpustakaan SMA. Buku-buku di sana tidak hanya buku-buku pelajaran untuk sekolah unggulan seperti yang saya bayangkan. Buku-buku yang saya kenal namanya seperti The Queen of The Damnednya Anne Rice hingga beberapa buku Agatha Christie ada di sana. Buku Harry Potter dari The Sorcerer’s Stone hingga Half-Blood Prince ada di sana (Deathly Hallows ada pas kelas tiga SMA) Da Vinci Code dan Angels and Demons tidak ketinggalan ada di sana. Saya tidak membaca semua buku yang saya kagumi tersebut, tetapi untuk anak yang belum pernah menemui koleksi buku sekeren itu, saya senang. Kemudian, satu hal dari SMP yang saya gemari yaitu Ensiklopedia, juga ada dan lebih lengkap di perpustakaan SMA. Britannica dan Americana sekali-kali saya otak-atik untuk mencari informasi intermezzo ditengah mengerjakan tugas. Hal yang menyenangkan dari membaca ensiklopedia adalah ketika saya selesai membaca satu entri, maka saya melanjutkan pada suggestion yang ada di akhir entri tersebut hingga informasi yang saya baca seperti rangkaian buku cerita yang saling terkait dan menemukan ujung lain untuk dibaca.

Saya sering menghabiskan waktu ketika perpustakaan SMA dalam waktu kosong. Membaca di tengah ruangan dengan meja persegi yang besar dengan siluet pagi atau senja yang menembusi kaca-kaca perpustakaan. Terdengar sayup suara anak-anak satu sekolah di kejauhan. Pada saat hujan, ketukan dari tetes air langit yang turun biasanya mengiringi sapuan mata saya pada barisan huruf yang saya baca.

Sebenarnya, Almarhum paman saya yang mengenalkan minat baca pada saya. Ketika paman mendapatkan pekerjaan, menikah dan tinggal di Depok, paman pulang ke Rumah nenek sekitar sebulan sekali. Ketika paman menginap di rumah nenek, biasanya saya dan adik saya ikut menginap dan pada malam harinya kita pergi di ajak ke pusat perbelanjaan. Paman jarang melewatkan kunjungannya ke toko buku dan mulai memilih untuk koleksi pribadinya. Saya dan adik saya pun dibiarkan memilih buku yang kami sukai untuk dibeli. Paman memiliki keinginan untuk memiliki perpustakaan pribadi. Koleksi buku-bukunya ada dirumah nenek dan nenek saya senang sekali jika saya datang untuk meminjam dan membaca buku-buku tersebut. Kata nenek, hal itu akan membuat paman senang karena bukunya di baca.

Saya rasa keinginan untuk mengumpulkan buku itu menular pada saya. Ada keinginan untuk membangun perpustakaan pribadi di rumah saya nanti. Saya ingin membiarkan anak-anak sekitar rumah ikut merasakan minat baca mereka terpenuhi. Ilmu pengetahuan pada buku merupakan hak mereka, bukan hak sebagian orang yang dapat membeli dan mengoleksi buku. Akses dan persepsi perpustakaan yang hanya untuk orang bersekolah saja juga harus dikikis. Semoga itu bisa terwujud.

Minggu, 15 Mei 2011

Under The Uncertainty : The Little Kitten Sleeps


Tautan

Gue jadi inget ama kucing-kucing yang pernah gue liat dan ajak maen. Ya, gue suka kucing. Rumah nenek, kosan paman waktu kuliah, kamar asrama waktu SMA, kamar asrama waktu kuliah sampe kampus gue kuliah pun ada kucingnya. Dan gak tau kenapa, sketsa ini ngingetin gue akan kucing-kucing gue dulu. Memori gue ama kucing-kucing tersebut menjadi personalisasi harapan, kenangan, dan cita-cita gue di masa lampau. Sebagian gue inget dan gak bakal gue lupain tapi sebagian lagi cuma melintas sekejap dalam fase hidup gue. Perhaps, these simultaneous words describe my memories enough:


As the little kitten sleeps under the blanket

through a rough day. no promise of tomorrow

in your sleep. your face paints a sketch of innocence


perhaps, you were given a love today


or you were kicked angrily


but still your innocence in your sleep shows a divine peace


i won't even know where you're sleeping


under the uncertainty, i just whispered :


"sleep well, dear


tomorrow you will have a great day


with me


ya, with me"



thanks to Rizka Kharisma yg udah ngijinin gue buat masukkin sketsanya di-postingan ini
dedicated to Kunyu (Kucing Unyu)-nya BKM FKM *masih idup sampe postingan ini terbit :)*

Selasa, 22 Maret 2011

Cerita Hari untuk Hati

Depok, 19 Maret 2011

earth does spin, it does for thousands even million years

kawan, pernahkah kita menatap benda mati sekeliling kita? Bulan yang bersinar setiap malamnya, walau kadang dibalik awan. Matahari yang rajinnya menerangi bumi meski cacian panas yang kadang ia terima. Lalu, hujan yang mengisi dahaga bumi meski kadang keluhan yang ia dapat? Atau tak usahlah kita menatap jauh. Cobalah pada benda sekeliling yang lebih dekat. Kaos kaki yang menemani aktivitas kita seharian? Pulpen yang selalu kita paksa mengeluarkan tinta hingga habisnya?

Dalam Islam, ustadz saya pernah mengatakan bahwa semua ciptaanNya selalu bertasbih. Menyebut asma Allah. Semua ciptaanNya termasuk benda mati. Benda mati bertasbih dengan menjalankan fungsinya. Mulai dari matahari dengan sinarnya hingga sepatu yang kita pakai setiap harinya. Lalu, bagaimana manusia dengan segala keleluasaannya bertasbih? Mengingat Sang Pencipta? Ya, kadang keleluasaan ini menyebabkan manusia lupa akan nikmat dari Yang Maha Kuasa. Beberapa bahkan kalah dari tasbih yang dilakukan oleh benda mati tadi.

sun always shines everyday. Although people’s anger comes around.

Ketika benda-benda mati tersebut menjalankan fungsinya tanpa paksaan, lalu apakah kita sebagai manusia telah menjalankan fungsi kita? Berbuat apa yang seharusnya kita perbuat selama duduk, berjalan, menginjak, sedih, dan bahagia di atas bumi milikNya? Tidak hanya pikiran, perbuatan kita untuk berbuat lebih baik setiap harinya merupakan fungsi dasar kita. Ya, yang membedakan kita dengan benda mati ataupun benda bergerak tak berakal lainnya.

things around us. they existence represents The Blessings of Our Creator

Benda sekeliling kita dan ciptaan lainnya juga mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri. Kita tidak pernah sendiri. Mungkin kita secara manusiawi pernah bersedih hingga marah dan timbul kebencian hingga ketidakpedulian akan hidup. Namun, hidup kita menjadi hutang kawan. Kita berhutang pada Sang Pencipta dan ciptaannya. Tidak hanya orang tua, saudara, teman ataupun makhluk bergerak berakal lainnya. Melainkan untuk benda mati sekeliling kita yang telah setia menjalankan fungsinya.

Hidup adalah nikmat sekaligus tanggung jawab. Tidak jarang kita mellihat rekan, teman, saudara yang kita rasa sangat baik untuk sepantasnya hidup lebih lama di atas bumi justru berpulang lebih dulu. Sedangkan, nafas ini masih berhembus setiap harinya dalam diri kita. Lantas, sepantasnyakah kita lupa akan hidup kita ? Semoga amanah untuk hidup tidak salah diberikan pada kita semua. Amanah tidak pernah salah menunjuk pemiliknya. Semoga kita dapat membuktikannya.

*Supermoon 19 Maret. Perhaps, the word supermoon isn’t only coming from its shape, but also from the message within. And He always show His Blessings.

Sabtu, 01 Januari 2011

An Iridescent Afternoon

Depok, 30 Desember 2010

beberapa orang pulang

Sore, Fase peralihan dari masa berkuasanya Matahari menjadi dominasi kanvas gelap malam dengan cahaya Bintang dan Bulan. Menatap barat dengan Matahari yang seolah beranjak dari singgasana langitnya. Memberikan semburat jingga terakhir sebelum akhirnya gelap. Usai terangnya seharian. Saya senang menikmati sore.

***

I close both locks below the window

Saya, kamu, dan semuanya bangun di fajar. Sebagai pengisi bumi yang punya hidup masing-masing. Tidak semuanya mudah dan tidak akan pernah. Tetapi tidak semuanya sulit dan tidak akan pernah selalu sulit juga. Mungkin kita akan ingat hari-hari kecil kita. Atau beberapa masa yang memahat memori tertentu. Hangat. Ceria. Tawa. Senyum. Kebersamaan. Tiada lelahnya matahari pagi menyinari kita dengan hangatnya. Seolah berkata “ini harimu. Ini milikmu”. Hari-hari yang melukiskan senyum itu seolah membiarkan kita memilikinya. Dan kita senang dengannya. Hangat rasanya bagai matahari beranjak dari fajar.

Sometimes beginnings aren’t so simple

Tetapi terik kadang terasa menyengat. Matahari siang berbentuk bulat kecil terang yang bersinar secara vertikal di atas kita. Seakan angkuh, panasnya terkadang melemahkan. Dan kita juga memiliki hari-hari dimana kita marah menyengat kita. Sedih menyudutkan kita. Kesendirian. Rasanya lelah menjalani hari tanpa hal yang disukai. Seakan hancur, kadang harapan sirna dari kita. Merasa kalah dan kecewa hingga perasaan tiada guna untuk tetap melangkah.

The shadow of the day will embrace the world in grey

Dan bumi berputar. Bumi mengubah kedudukannya terhadap matahari sehingga terasa matahari yang beranjak pergi. Sinar menyengat itu perlahan berubah menjadi hangat. Memang tidak sehangat fajar. Tetapi kali ini ia membawa warna-warna yang indah. Cahaya senja, hamparan lukisan alam terasa seperti hadiah karena kita tidak menyerah melewati teriknya di waktu siang. Hari di mana kita berhasil menyelesaikan masalah. Menemukan kembali apa yang kita sukai. Tentu tidak dalam bentuk yang sama, tetapi ada sifat yang sama di dalamnya. Kita mendalami dan semuanya ternyata lebih baik. Apa yang kita dapatkan. Apa yang kita alami.

***

The sun will set for you

Hingga akhirnya lelah terakhir itu datang. Membawa kita dari kefanaan untuk melepas lelah terakhir. Meninggalkan segala letih, amarah, dan sedih yang kita rasakan. Juga merelakan senyum, tawa, canda dan cinta. Ketika tak lagi hangat atau terik yang kita rasakan. Semoga peralihan itu menjadi cahaya terang di ujung kisah. Matahari terbenam di ufuk barat setelah seharian bersinar. Hangat pada saat fajar, menyengat di saat siang, dan berwarna di saat senja. Dan manusia pun akan dikenang atas “hangat”, “terik”, dan “berwarnanya” dia saat bersinar. Matahari pun terbenam karena esok ia harus terbit lagi. Begitupun manusia yang tidak akan terus selalu bersinar karena mungkin dia diperlukan dalam bentuk lain.

Seperti sore yang menjadi epilog matahari, dialah yang menjadi epilog kehidupan. Dan semoga epilognya indah.


hey, lihat! Beberapa orang tersenyum datang


Musics through this post
Linkin Park - Shadow of The Day
Linkin Park - Iridescent
Lifehouse - You and Me

Selasa, 14 September 2010

Nothingness

Guys, mau bagi-bagi aja nih.
..
Kawan, sadarkah kita kalau sains dan pengetahuan yang kita pelajari adalah sebatas mengejar serta membuktikan kesalahan? Pendekatan ilmiah yang digunakan oleh ilmuwan dalam dunia akademik ternyata memang akan selalu mengenai pembuktian kesalahan. Cobalah kita ingat bahwa beberapa teori atom yang mengalami pergantian. Pertama teori atom Dalton yang menyatakan bahwa atom itu bulatan pepat yang tidak bisa dibagi lagi hingga teori atom Bohr yang menyatakan bahwa ada inti partikel beserta rotasi dalam suatu atom. Teori atom Dalton digantikan oleh teori atom selanjutnya karena ketidakcocokan dengan zaman yang ditemukan seiring waktu. Namun, hingga saat ini masih belum ada yang tahu bentuk nyata dari atom tersebut.
..
Lalu mengapa, kawan?
..
Hal ini hanya membuktikan bahwa sains dan ilmu pengetahuan yang kita pelajari hanyalah tetesan kecil dari 'Ilmu-Nya. Sang Maha Mengetahui.
Pendekatan ilmiah yang paling mutakhir sekalipun sebenarnya hanyalah mengenai pembuktian kesalahan. Kita bisa menganggap sesuatu itu sebagai "benar" karena kita berhasil menyeleksi kesalahan dan kekeliruan, tetapi kebenaran itu sendiri hanya dapat didekati. Belum tercapai dan terbukti secara mutlak. Inilah mengapa kita selalu menyebut kebenaran hanya datang dari Sang Maha Kuasa.
...
Itulah contoh kefanaan dunia, kawan
Suatu hal yang mungkin akan menjadi penyesalan ketika kita menjadikan dunia, serta hal-hal duniawi, sebagai orientasi kita. Suatu yang akan lenyap. Engga bisa munafik bahwa kita harus memetik keuntungan duniawi dari segala sesuatu yang kita lakukan. Itu tidak dilarang, dan justru diwajibkan. Tetapi orientasi utama kebahagiaan mungkin bernilai lebih dari itu. Titik spiritualitas yang tidak ternilai dengan harga. Membuat kebahagiaan walau tanpa orientasi materi sekalipun. Titik tak ternilai.
Ya, mungkin itu yang disebut dengan melakukan sesuatu dengan ikhlas. Sebagai Ibadah. Sebagai kebutuhan jiwa. Sebagai rasa syukur kepada-Nya.
..
Hidup yang konseptual pun harus menjadi realital. Setumpuk prinsip hidup tak teramalkan hanyalah omongan kosong belaka. Dan tak harus bercuap besar sebagai penanda untuk orang lain bahwa kita sedang menjalankan prinsip hidup kita yang ideal. Menghindari cap sebagai orang buruk. Prinsip yang kita pegang akan teruji. Menjadikan kita lebih dewasa.
Seperti pedang yang akan semakin tajam ketika diasah dan tentunya pedang terasah akan semakin mudah merobek bambu. Batu sekalipun.
Tiada hak bagi kita untuk mencemooh seseorang karena prinsip hidupnya. Karena itu merupakan refleksi dari orientasi yang menjalankan hidup. Kemuliaan seseorang itu relatif.
..
Hidup untuk diri sendiri. Menjalankan prinsip dalam meraih kebahagiaan hakiki. Dan sebagai khalifah serta makhluk sosial, kontribusi adalah hal yang wajib diberikan. Sekecil apapun.
Hidup tanpa kontribusi nyata hanyalah tindakan memperkaya diri yang mungkin. kurang bernilai.
Hidup adalah pinjaman. Alangkah congkaknya kita berlaku sewenang terhadap apa yang kita pinjam. Karena suatu hari nanti, segala pinjaman yang kita nikmati dalam tawa dan canda akan kembali pada Sang Pemilik. Dan beruntunglah bagi mereka yang mengambil hikmah dari pinjaman-pinjaman mulia tersebut.
.
Sebelum terlambat
.
Akhirnya, hidup ini memaksa kita untuk memiliki pandangan dogmatis. Sebuah kepercayaan tak terbantahkan akan kebenaran yang tak ternilai. Dengan orientasi yang tidak sementara. Yang nantinya akan teruji dalam ujian realita mengenai implikasi ilmu yang diberikan. Manusia tidak bisa congkak atas hidup yang ia miliki. Ia harus bersiap dan berbagi cerita di sana.
Berkontribusi untuk membuktikan bahwa hidupnya bukanlah sampah.
..
Kita hanya perlu melakukan apa yang kita sukai. Jika tidak ada pilihan maka sukai yang kita suka. Karena dengan adanya rasa suka terhadap apa yang kita sukai dengan apa yang kita kerjakan. Maksimalkan saja apa yang ada dihadapan kita?!
..
KITA, PARA GENERASI PEMUDA
kita buktikan bahwa kita hanyalah benalu penyesak Planet Bumi. Kita buktikan bahwa kita berkarya. Dan karya kita bagus.
..
inspirasi dari R.K, R.B.Y dan dia yang bercita-cita untuk menggantikan Rosiana Silalahi.

Senin, 13 September 2010

nothing

Mau posting
ntar yaaa
taglinenya aja dulu
..

what's worth our life ?

.
what are we living for ?

.
everything has an end

,
what do you believe ?

.
..
check it later
stay tuned.
Dihadapkan dengan pilihan itu tidak selalu mudah.