Guys, mau bagi-bagi aja nih.
..
Kawan, sadarkah kita kalau sains dan pengetahuan yang kita pelajari adalah sebatas mengejar serta membuktikan kesalahan? Pendekatan ilmiah yang digunakan oleh ilmuwan dalam dunia akademik ternyata memang akan selalu mengenai pembuktian kesalahan. Cobalah kita ingat bahwa beberapa teori atom yang mengalami pergantian. Pertama teori atom Dalton yang menyatakan bahwa atom itu bulatan pepat yang tidak bisa dibagi lagi hingga teori atom Bohr yang menyatakan bahwa ada inti partikel beserta rotasi dalam suatu atom. Teori atom Dalton digantikan oleh teori atom selanjutnya karena ketidakcocokan dengan zaman yang ditemukan seiring waktu. Namun, hingga saat ini masih belum ada yang tahu bentuk nyata dari atom tersebut.
..
Lalu mengapa, kawan?
..
Hal ini hanya membuktikan bahwa sains dan ilmu pengetahuan yang kita pelajari hanyalah tetesan kecil dari 'Ilmu-Nya. Sang Maha Mengetahui.
Pendekatan ilmiah yang paling mutakhir sekalipun sebenarnya hanyalah mengenai pembuktian kesalahan. Kita bisa menganggap sesuatu itu sebagai "benar" karena kita berhasil menyeleksi kesalahan dan kekeliruan, tetapi kebenaran itu sendiri hanya dapat didekati. Belum tercapai dan terbukti secara mutlak. Inilah mengapa kita selalu menyebut kebenaran hanya datang dari Sang Maha Kuasa.
...
Itulah contoh kefanaan dunia, kawan
Suatu hal yang mungkin akan menjadi penyesalan ketika kita menjadikan dunia, serta hal-hal duniawi, sebagai orientasi kita. Suatu yang akan lenyap. Engga bisa munafik bahwa kita harus memetik keuntungan duniawi dari segala sesuatu yang kita lakukan. Itu tidak dilarang, dan justru diwajibkan. Tetapi orientasi utama kebahagiaan mungkin bernilai lebih dari itu. Titik spiritualitas yang tidak ternilai dengan harga. Membuat kebahagiaan walau tanpa orientasi materi sekalipun. Titik tak ternilai.
Ya, mungkin itu yang disebut dengan melakukan sesuatu dengan ikhlas. Sebagai Ibadah. Sebagai kebutuhan jiwa. Sebagai rasa syukur kepada-Nya.
..
Hidup yang konseptual pun harus menjadi realital. Setumpuk prinsip hidup tak teramalkan hanyalah omongan kosong belaka. Dan tak harus bercuap besar sebagai penanda untuk orang lain bahwa kita sedang menjalankan prinsip hidup kita yang ideal. Menghindari cap sebagai orang buruk. Prinsip yang kita pegang akan teruji. Menjadikan kita lebih dewasa.
Seperti pedang yang akan semakin tajam ketika diasah dan tentunya pedang terasah akan semakin mudah merobek bambu. Batu sekalipun.
Tiada hak bagi kita untuk mencemooh seseorang karena prinsip hidupnya. Karena itu merupakan refleksi dari orientasi yang menjalankan hidup. Kemuliaan seseorang itu relatif.
..
Hidup untuk diri sendiri. Menjalankan prinsip dalam meraih kebahagiaan hakiki. Dan sebagai khalifah serta makhluk sosial, kontribusi adalah hal yang wajib diberikan. Sekecil apapun.
Hidup tanpa kontribusi nyata hanyalah tindakan memperkaya diri yang mungkin. kurang bernilai.
Hidup adalah pinjaman. Alangkah congkaknya kita berlaku sewenang terhadap apa yang kita pinjam. Karena suatu hari nanti, segala pinjaman yang kita nikmati dalam tawa dan canda akan kembali pada Sang Pemilik. Dan beruntunglah bagi mereka yang mengambil hikmah dari pinjaman-pinjaman mulia tersebut.
.
Sebelum terlambat
.
Akhirnya, hidup ini memaksa kita untuk memiliki pandangan dogmatis. Sebuah kepercayaan tak terbantahkan akan kebenaran yang tak ternilai. Dengan orientasi yang tidak sementara. Yang nantinya akan teruji dalam ujian realita mengenai implikasi ilmu yang diberikan. Manusia tidak bisa congkak atas hidup yang ia miliki. Ia harus bersiap dan berbagi cerita di sana.
Berkontribusi untuk membuktikan bahwa hidupnya bukanlah sampah.
..
Kita hanya perlu melakukan apa yang kita sukai. Jika tidak ada pilihan maka sukai yang kita suka. Karena dengan adanya rasa suka terhadap apa yang kita sukai dengan apa yang kita kerjakan. Maksimalkan saja apa yang ada dihadapan kita?!
..
KITA, PARA GENERASI PEMUDA
kita buktikan bahwa kita hanyalah benalu penyesak Planet Bumi. Kita buktikan bahwa kita berkarya. Dan karya kita bagus.
..
inspirasi dari R.K, R.B.Y dan dia yang bercita-cita untuk menggantikan Rosiana Silalahi.
Selasa, 14 September 2010
Senin, 13 September 2010
nothing
Mau posting
ntar yaaa
taglinenya aja dulu
..
.
.
,
.
..
check it later
stay tuned.
Dihadapkan dengan pilihan itu tidak selalu mudah.
ntar yaaa
taglinenya aja dulu
..
what's worth our life ?
.
what are we living for ?
.
everything has an end
,
what do you believe ?
.
..
check it later
stay tuned.
Dihadapkan dengan pilihan itu tidak selalu mudah.
Jumat, 06 Agustus 2010
Menjadi "Manusia"
There’s impressive knowledge that I’ve got today. Konsep penciptaan manusia. *sounds hard
Hidup ini adalah sebuah berkah, ya.. sebuah amanah. Dimana kita mempunyai maksud dengan diciptakan. Tujuan dasar manusia diciptakan telah dijelaskan bahwa manusia adalah khalifah. Khalifah disini berarti perwakilan, sesuatu yang diturunkan sebagai wakil. Maka tugas manusia sebagai khalifah di bumi adalah untuk menciptakan kesejahteraan di muka bumi. Dan, mengapa manusia?
Karena manusia memiliki akal. Oke, secara garis besar , ada dua sudut pandang yang diambil dalam melihat manusia pada umumnya. Yaitu secara mendalam atau inner dan secara kasat mata atau outer. Well, cara pandang manusia secara mendalam biasanya diwakili oleh ilmu yang dimilikinya. Kedudukan manusia akan semakin tinggi dan dihormati dengan ilmu yang dimilikinya. Tidak hanya ilmu yang dilegalisasi dengan gelar. Tetapi pengetahuan dan pengalaman yang telah terpaket menjadi kepribadian seseorang. Maka, semakin tinggi ia memiliki ilmu dan kepribadian, semakin tinggi kedudukannya.
Garis yang lain adalh secara kasat mata. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia dibungkus oleh kulit dan daging luar yang kadang memburamkan pengetahuan dan kepribadian yang mereka miliki. Dengan sedikit olahan, kulit dan daging luar itu akan menjadi suatu identitas. Yang terkadang, semakin sempurna bungkus manusia itu, semakin tinggi kedudukannya.
So, what kind of point-viewer are you? Inner or outer?
Secara gamblang, hal dua sudut pandang ini telah dicontohkan oleh dua makhluk ciptaanNya pada proses penciptaan manusia sendiri. Ya… sudut pandang pertama merupakan sudut pandang malaikat terhadap manusia. Dan sudut pandang kedua adalah sudut pandang iblis terhadap manusia. Dalam hal ini, Adam as merupakan representatif manusia.
Malaikat memandang Adam dari segi Nafs yang ia miliki. Allah telah memberikan pengetahuan dan akal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya di Bumi. Ketika Adam as dapat menyebutkan nama-nama benda (yang ditafsirkan sebagai simbol. Suatu kehidupan) maka dengan ikhlas para Malaikat bersujud pada Adam as. Ini bukan merupakan suatu tindak penyembahan, tetapi suatu bentuk penghormatan. Ya.. Malaikat memandang manusia dengan hormat karena Nafs atau sesuatu yang berada dalam diri manusia. Sesuatu yang tidak nampak. Dan itu disebut akal atau Ilmu.
Sedangkan Iblis memandang Adam segi Basyar yang ia miliki. Allah menciptakan Adam as dari segumpal tanah hitam. Dan dengan angkuhnya Iblis mengatakan bahwa segumpal tanah hitam tidak pernah lebih terhormat dari api, asal Iblis diciptakan. Tanah hitam itu hanyalah daging lunak yang akan terkoyak dengan sedikit sayatan saja. Ya.. Iblis memandang manusia dengan hina karena Basyar atau sesuatu yang membungkus manusia. Sesuatu yang nampak. Jasad manusia.
Overall. Kita hanya bisa memetik hikmah, karena sebenarnya manusia sendiri banyak yang memilih kedua sudut pandang tersebut.
Bersemangatlah, karena manusia telah diamanahkan sebagai khalifah yang memiliki Nafs. Sehingga para malaikat pun menaruh hormat pada manusia. Manusia memiliki akal, sebuah ruang penyimpanan serba guna yang sangat luas dan dalam untuk Ilmu. Kita pernah disujudi oleh Malaikat.
Tetapi jangan bersombong, karena kita pernah dicaci oleh Iblis. Kulit luar yang membungkus jiwa ini tidak lebih dari gumpalan tanah yang hitam. Dengan sedikit sayatan dari cakar kucing sekalipun, kulit bungkus ini bisa rusak dan berdarah. Maka, tidak pantaslah kita berjalan dengan angkuhnya di muka bumi ini dengan basyar atau bungkus yang sangat lemah dan hina. Kita pernah dihina Iblis.
Jadi, ilmu merupakan kunci kehormatan hakiki bagi manusia. Dan sebagai khalifah, bukan dzikir dan menyebut namaNya saja yang menjadi tugas kita. Bayangkan, Allah telah mendapatkan pengagungan namaNya lebih banyak dan lebih baik dari para malaikat. Sebagai khalifah, kita juga harus menyeimbangkan kesejahteraan di Bumi.
Dengan tangan kita sebagai manusia. Dengan basyar yang lemah ini, kita memiliki Nafs yang kuat. Kita bukan malaikat atau setan. Kita manusia. Dan kita harus menjadi Manusia.
Inspired by Khutbah Jum’at at Mesjid UI.
Hidup ini adalah sebuah berkah, ya.. sebuah amanah. Dimana kita mempunyai maksud dengan diciptakan. Tujuan dasar manusia diciptakan telah dijelaskan bahwa manusia adalah khalifah. Khalifah disini berarti perwakilan, sesuatu yang diturunkan sebagai wakil. Maka tugas manusia sebagai khalifah di bumi adalah untuk menciptakan kesejahteraan di muka bumi. Dan, mengapa manusia?
Karena manusia memiliki akal. Oke, secara garis besar , ada dua sudut pandang yang diambil dalam melihat manusia pada umumnya. Yaitu secara mendalam atau inner dan secara kasat mata atau outer. Well, cara pandang manusia secara mendalam biasanya diwakili oleh ilmu yang dimilikinya. Kedudukan manusia akan semakin tinggi dan dihormati dengan ilmu yang dimilikinya. Tidak hanya ilmu yang dilegalisasi dengan gelar. Tetapi pengetahuan dan pengalaman yang telah terpaket menjadi kepribadian seseorang. Maka, semakin tinggi ia memiliki ilmu dan kepribadian, semakin tinggi kedudukannya.
Garis yang lain adalh secara kasat mata. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia dibungkus oleh kulit dan daging luar yang kadang memburamkan pengetahuan dan kepribadian yang mereka miliki. Dengan sedikit olahan, kulit dan daging luar itu akan menjadi suatu identitas. Yang terkadang, semakin sempurna bungkus manusia itu, semakin tinggi kedudukannya.
So, what kind of point-viewer are you? Inner or outer?
Secara gamblang, hal dua sudut pandang ini telah dicontohkan oleh dua makhluk ciptaanNya pada proses penciptaan manusia sendiri. Ya… sudut pandang pertama merupakan sudut pandang malaikat terhadap manusia. Dan sudut pandang kedua adalah sudut pandang iblis terhadap manusia. Dalam hal ini, Adam as merupakan representatif manusia.
Malaikat memandang Adam dari segi Nafs yang ia miliki. Allah telah memberikan pengetahuan dan akal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya di Bumi. Ketika Adam as dapat menyebutkan nama-nama benda (yang ditafsirkan sebagai simbol. Suatu kehidupan) maka dengan ikhlas para Malaikat bersujud pada Adam as. Ini bukan merupakan suatu tindak penyembahan, tetapi suatu bentuk penghormatan. Ya.. Malaikat memandang manusia dengan hormat karena Nafs atau sesuatu yang berada dalam diri manusia. Sesuatu yang tidak nampak. Dan itu disebut akal atau Ilmu.
Sedangkan Iblis memandang Adam segi Basyar yang ia miliki. Allah menciptakan Adam as dari segumpal tanah hitam. Dan dengan angkuhnya Iblis mengatakan bahwa segumpal tanah hitam tidak pernah lebih terhormat dari api, asal Iblis diciptakan. Tanah hitam itu hanyalah daging lunak yang akan terkoyak dengan sedikit sayatan saja. Ya.. Iblis memandang manusia dengan hina karena Basyar atau sesuatu yang membungkus manusia. Sesuatu yang nampak. Jasad manusia.
Overall. Kita hanya bisa memetik hikmah, karena sebenarnya manusia sendiri banyak yang memilih kedua sudut pandang tersebut.
Bersemangatlah, karena manusia telah diamanahkan sebagai khalifah yang memiliki Nafs. Sehingga para malaikat pun menaruh hormat pada manusia. Manusia memiliki akal, sebuah ruang penyimpanan serba guna yang sangat luas dan dalam untuk Ilmu. Kita pernah disujudi oleh Malaikat.
Tetapi jangan bersombong, karena kita pernah dicaci oleh Iblis. Kulit luar yang membungkus jiwa ini tidak lebih dari gumpalan tanah yang hitam. Dengan sedikit sayatan dari cakar kucing sekalipun, kulit bungkus ini bisa rusak dan berdarah. Maka, tidak pantaslah kita berjalan dengan angkuhnya di muka bumi ini dengan basyar atau bungkus yang sangat lemah dan hina. Kita pernah dihina Iblis.
Jadi, ilmu merupakan kunci kehormatan hakiki bagi manusia. Dan sebagai khalifah, bukan dzikir dan menyebut namaNya saja yang menjadi tugas kita. Bayangkan, Allah telah mendapatkan pengagungan namaNya lebih banyak dan lebih baik dari para malaikat. Sebagai khalifah, kita juga harus menyeimbangkan kesejahteraan di Bumi.
Dengan tangan kita sebagai manusia. Dengan basyar yang lemah ini, kita memiliki Nafs yang kuat. Kita bukan malaikat atau setan. Kita manusia. Dan kita harus menjadi Manusia.
Inspired by Khutbah Jum’at at Mesjid UI.
Senin, 21 Juni 2010
Catatan 19 Juni
Sebuah dedikasi sederhana untuk seorang teman yang seharusnya duduk di barisan depan paling kiri pada perpisahan. Seorang teman yang seharusnya maju pertama kali.
sekitar 3 tahun yang lalu
Dua anak berseragam putih biru, masih dengan celana pendek biru, mengobrol di koridor lantai 2 Hall A SMAN CMBBS. Ya, menghadap sebuah beranda besar dengan lukisan langit biru menghampar. Mereka mengobrol. Seusai percakapan itu, seorang yang putih dan berambut agak panjang dengan mata sipitnya menggoreskan pensil yang ia bawa di tembok beranda itu.
Goresan itu membentuk huruf yang dapat dibaca ”Fei-Tzunk”
Lalu seorang lagi, anak yang berambut agak klimis dan berkacamata, tidak mau kalah. Ia mengambil pensil temannya dengan gurau dan menggoreskan huruf yang dibaca ”Khonx-Khonx”
Mereka tertawa, tidak sadar vandalisme kecil mereka telah menjadi saksi atas kenangan yang akan mereka buat di sekolah itu. Mereka bertekad mengukir mimpi di sana. Di Cahaya Madani.
sekitar 2 Tahun lalu
Anak putih yang berambut agak panjang itu duduk di balkon jendela kamarnya. Sendirian ia menatap gelapnya malam dengan Gunung Karang yang menghadapnya. Ia termenung sepi dan sendiri. Si anak berambut klimis dan berkacamata itu menghampirinya. Tetapi ia bimbang. Ia dan teman lainnya harus pergi. Menghadapi suatu ujian untuk impian yang akhirnya tidak terwujud. Ia meninggalkan temannya. Sendirian. Dan itu sesal terdalam yang akan ia rasakan.
19 Juni 2010
Angkatan III SMAN CMBBS akan diwisuda pada pagi ini. Panggung beserta dekorasi telah disiapkan. Acara pun telah disusun. Dan dini hari itu kita melakukan gladi. Dan ada sesuatu yang kurang.
Kehadiran seorang teman lagi. Teman yang tidak akan pernah bisa hadir.
Yang seharusnya maju ke depan untuk pertama kali. Dikalungkan medali. Dan menerima bunga untuk diberikan pada kedua orangtuanya. Kemudian kembali duduk di barisan paling depan, di kiri. Tapi hari itu dia tidak ada. Karena tepat dua tahun yang lalu dia telah berpisah dengan teman-temannya. Perpisahan ruang dan waktu.
Sesal mengendap di hati anak berkacamata itu. Anak lelaki yang meninggalkan temannya karena mengejar impian yang akhirnya tidak terwujud. Anak lelaki berkacamata yang dengan keegoisannya telah meninggalkan temannya dalam kesendirian. Bayangan anak putih itu selalu melintasi pikiran anak berkacamata itu. Background perpisahan yang menuliskan tanggal 19 Juni, mengandung arti tersendiri.Anak yang telah dipercaya untuk membacakan Janji Alumni tahun ini, padahal dia sendiri adalah teman yang gagal.
Inilah hari dimana tepat dua tahun lalu dia pergi.
Dia seharusnya ada disini. Menjalani suka dan duka ketika menghadapi SDC, OSIS, dan persiapan UN. Dengan tawa dan candanya dia pasti bisa mengisi hari-hari kami dengan lebih ceria. Gagasan-gagasan kreatif yang ia hasilkan meski dengan gurauan khasnya. Hingga di hari ini. Di hari kami dikalungkan medali, dan dilepas untuk meniti jalan masing-masing. Hari ini kami menangis, mengenang masa indah dan buruk kami bersama, memohon maaf. Dan seharusnya dia disini. Tapi kenyataannya, dia tidak ada.
Kawan,
Bukan Nisan dan gundukan tanah itu yang mengingatkan kami padamu, tetapi tawa, canda, dan sifatmu yang akan terukir bersama sebagai bagian dari kami. Bukan hadiah atau persembahan yang kami dapat berikan, tetapi hanya doa yang bisa kami panjatkan untukmu. Kisahmu menjadi bagian dari sebuah memoar dengan judul Der Crux Generation.
sekitar 3 tahun yang lalu
Dua anak berseragam putih biru, masih dengan celana pendek biru, mengobrol di koridor lantai 2 Hall A SMAN CMBBS. Ya, menghadap sebuah beranda besar dengan lukisan langit biru menghampar. Mereka mengobrol. Seusai percakapan itu, seorang yang putih dan berambut agak panjang dengan mata sipitnya menggoreskan pensil yang ia bawa di tembok beranda itu.
Goresan itu membentuk huruf yang dapat dibaca ”Fei-Tzunk”
Lalu seorang lagi, anak yang berambut agak klimis dan berkacamata, tidak mau kalah. Ia mengambil pensil temannya dengan gurau dan menggoreskan huruf yang dibaca ”Khonx-Khonx”
Mereka tertawa, tidak sadar vandalisme kecil mereka telah menjadi saksi atas kenangan yang akan mereka buat di sekolah itu. Mereka bertekad mengukir mimpi di sana. Di Cahaya Madani.
sekitar 2 Tahun lalu
Anak putih yang berambut agak panjang itu duduk di balkon jendela kamarnya. Sendirian ia menatap gelapnya malam dengan Gunung Karang yang menghadapnya. Ia termenung sepi dan sendiri. Si anak berambut klimis dan berkacamata itu menghampirinya. Tetapi ia bimbang. Ia dan teman lainnya harus pergi. Menghadapi suatu ujian untuk impian yang akhirnya tidak terwujud. Ia meninggalkan temannya. Sendirian. Dan itu sesal terdalam yang akan ia rasakan.
19 Juni 2010
Angkatan III SMAN CMBBS akan diwisuda pada pagi ini. Panggung beserta dekorasi telah disiapkan. Acara pun telah disusun. Dan dini hari itu kita melakukan gladi. Dan ada sesuatu yang kurang.
Kehadiran seorang teman lagi. Teman yang tidak akan pernah bisa hadir.
Yang seharusnya maju ke depan untuk pertama kali. Dikalungkan medali. Dan menerima bunga untuk diberikan pada kedua orangtuanya. Kemudian kembali duduk di barisan paling depan, di kiri. Tapi hari itu dia tidak ada. Karena tepat dua tahun yang lalu dia telah berpisah dengan teman-temannya. Perpisahan ruang dan waktu.
Sesal mengendap di hati anak berkacamata itu. Anak lelaki yang meninggalkan temannya karena mengejar impian yang akhirnya tidak terwujud. Anak lelaki berkacamata yang dengan keegoisannya telah meninggalkan temannya dalam kesendirian. Bayangan anak putih itu selalu melintasi pikiran anak berkacamata itu. Background perpisahan yang menuliskan tanggal 19 Juni, mengandung arti tersendiri.Anak yang telah dipercaya untuk membacakan Janji Alumni tahun ini, padahal dia sendiri adalah teman yang gagal.
Inilah hari dimana tepat dua tahun lalu dia pergi.
Dia seharusnya ada disini. Menjalani suka dan duka ketika menghadapi SDC, OSIS, dan persiapan UN. Dengan tawa dan candanya dia pasti bisa mengisi hari-hari kami dengan lebih ceria. Gagasan-gagasan kreatif yang ia hasilkan meski dengan gurauan khasnya. Hingga di hari ini. Di hari kami dikalungkan medali, dan dilepas untuk meniti jalan masing-masing. Hari ini kami menangis, mengenang masa indah dan buruk kami bersama, memohon maaf. Dan seharusnya dia disini. Tapi kenyataannya, dia tidak ada.
Kawan,
Bukan Nisan dan gundukan tanah itu yang mengingatkan kami padamu, tetapi tawa, canda, dan sifatmu yang akan terukir bersama sebagai bagian dari kami. Bukan hadiah atau persembahan yang kami dapat berikan, tetapi hanya doa yang bisa kami panjatkan untukmu. Kisahmu menjadi bagian dari sebuah memoar dengan judul Der Crux Generation.
Rabu, 02 Juni 2010
Semangat
Yang masih tetap terngiang justru rayuan dan “falsafahnya”, kala mengajak seseorang mendaki gunung. “Ngapain lama-lama tinggal di Jakarta. Mendingan naik gunung.
Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak.
Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak.
Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman.
Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat.
Makanya yuk kita naik gunung.
Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di P. Jawa.
Masa cuma Soeharto saja orang tertinggi di P. Jawa ini,” kira-kira begitu katanya, sambil menyinggung nama mantan Presiden Soeharto, nun sekitar 30 tahun lalu.
Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak.
Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak.
Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman.
Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat.
Makanya yuk kita naik gunung.
Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di P. Jawa.
Masa cuma Soeharto saja orang tertinggi di P. Jawa ini,” kira-kira begitu katanya, sambil menyinggung nama mantan Presiden Soeharto, nun sekitar 30 tahun lalu.
Sabtu, 22 Mei 2010
i'm just writing the words flowing in my head
everything is totally different
i can't write a swinging word to describe my mind inside
but now there's a feeling flowing in my desire
to stay and always be with you
there's a disturbance on my beat when you're next to me
rushing my concentration
but it seems that it is shining my darkest side
i write these words
just write
cause it's flowing in my mind
when i opened the buried page of our memories
i can find that you'd given me your sign
the sign which made me comfort
made me entertained and felt no sadness
but i couldn't catch it as a sign
more than we've related now
..
now
it comes to me
i even lost my power to stand
to speak the words
to think well
i think it's coming
a feeling that you felt so that you gave me a sign
but i'm lost with it
we're totally different now
you've got what you wanted
you have all you need
you can do what you've to do
you've given the best
while i'm still trying to catch my dream
i'm being busy by myself
too much concept built in my place where my heart should be
so, my attendance will be a mistake
in your perfect life
..
i'm not gonna ask you to remember those signs
and that feeling
i'm not gonna ask you to rewind back the time when you had it
when you felt it
cause it's late for me to ask you
even you'll be shining as a moon in the bright night sky
perhaps i would shine as a little star on the corner of that sky
although only the dawn will collide us
..
i'm sorry for my late in understanding those signs
i'd be glad to enjoy my buried page of our memories
this sorrow for being coward to utter my feeling
my hidden feeling
i'll try to carve my smile when you're happy
even we're far
and for the last time
i just ask you not to write me off from your memory
..
i need to be honest
it comes to me
when it leaves you
i have it
when you don't
i just need it
when you needn't
well actually i don't know whether you have that feeling or not
cause in reality you're near me
we talk
we're collided
..
for you
whose name means an affection
.
....
i've told you i'm just writing my flowing words in my mind
i can't write a swinging word to describe my mind inside
but now there's a feeling flowing in my desire
to stay and always be with you
there's a disturbance on my beat when you're next to me
rushing my concentration
but it seems that it is shining my darkest side
i write these words
just write
cause it's flowing in my mind
when i opened the buried page of our memories
i can find that you'd given me your sign
the sign which made me comfort
made me entertained and felt no sadness
but i couldn't catch it as a sign
more than we've related now
..
now
it comes to me
i even lost my power to stand
to speak the words
to think well
i think it's coming
a feeling that you felt so that you gave me a sign
but i'm lost with it
we're totally different now
you've got what you wanted
you have all you need
you can do what you've to do
you've given the best
while i'm still trying to catch my dream
i'm being busy by myself
too much concept built in my place where my heart should be
so, my attendance will be a mistake
in your perfect life
..
i'm not gonna ask you to remember those signs
and that feeling
i'm not gonna ask you to rewind back the time when you had it
when you felt it
cause it's late for me to ask you
even you'll be shining as a moon in the bright night sky
perhaps i would shine as a little star on the corner of that sky
although only the dawn will collide us
..
i'm sorry for my late in understanding those signs
i'd be glad to enjoy my buried page of our memories
this sorrow for being coward to utter my feeling
my hidden feeling
i'll try to carve my smile when you're happy
even we're far
and for the last time
i just ask you not to write me off from your memory
..
i need to be honest
it comes to me
when it leaves you
i have it
when you don't
i just need it
when you needn't
well actually i don't know whether you have that feeling or not
cause in reality you're near me
we talk
we're collided
..
for you
whose name means an affection
.
....
i've told you i'm just writing my flowing words in my mind
Kamis, 20 Mei 2010
a pain that we could share together
Guys
kita memang harus melangkah
kadang kita ragu mengambil langkah
atau kita terlalu jauh dalam mengambil langkah
bahkan terlalu cepat
tetapi bukannya mundur juga suatu langkah
hanya dengan arah yang berbeda
.
.
.
Entahlah, kayanya emang definisi mundur selalu diidentikan dengan langkah yang berdelta negatif dan bernilai sama dengan mengalah. Dan bagi beberapa orang, mengalah berarti menunda dan menunda berarti kalah.
Tapi definisi itu seenggaknya bisa diatur ulang. Berpikir sejenak untuk mengambil langkah yang tepat. Mungkin mundur sebentar, untuk mengumpulkan energi dan akhirnya dapat melangkah dengan jauh dan cepat.
Tetapi berpikir terlalu lama juga hanya akan memupuskan angan untuk melangkah. Karena kereta pun tidak akan berhenti untuk menyampaikan pada penumpangnya bahwa kereta itu akan berangkat.
Mengapa kita tidak tahu?
Karena kita tidak diberi tahu?
Salah kawan
.
Kawan,,
sudah berapa lama kita menuankan diri kita sendiri di antara sekitar kita?
Selalu meninggikan ego diri dan menganggap bahwa saya harus diberi tahu, maka saya akan berpartisipasi. Apa salahnya ikut mencermati dan mengevaluasi langsung hingga adanya perbaikan. Bukan mengkritisi dan menghujat hanya karena perasaan pribadi yang tidak diikutsertakan secara formal.
.
Kawan,,
Seberapa sering kita melabeli negatif pada maksud orang lain yang kita belum ketahui tujuannya?
Hanya karena tidak sepaham atau seide, lalu kita mencari kesalahan walau hanya sebesar lubang jarum. Berusaha menarik lubang kesalahan itu agar robek dan menjadi aib besar. Hingga akhirnya kita dapat tertawa puas bahwa kitalah yang benar. Tetapi tanpa sadar bahwa kita telah menggerus maksud baik seseorang.
.
Kawan,,
Seberapa dalam luka kita karena tindakan orang lain?
Pernahkah kita cermati bahwa kita sendiri yang menggarami luka tersebut. Goresan itu adalah wajar dalam pertandingan. Jadi kesalahan yang dibuat orang lain dalam kehidupan itu wajar. Kesalahan itu mungkin menimbulkan luka. Tetapi memaafkan dan melupakan kesalahan itu akan menjadi betadine dan plester tersendiri bagi luka itu. Bukan menggaraminya dengan dendam dan keterpurukan diri.
.
Seberapa jauh kita pernah tertawa dan bahagia bersama teman?
Apakah hanya tawa dan canda yang kita bagi selama pertemanan atau persahabatan itu terjalin? Sedangkan luka dan perih teman kita hanya membeku dalam sepinya sendiri?
Pepatah Arab yang artinya Sebaik-baiknya teman adalah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa.
..
It's easy to share a happiness
but we can hardly share a pain
..
Dunia begitu gelap, dingin, kelam dan jahat karena kita menggambarkan tokoh dunia seperti itu. Kita adalah aktor dalam kehidupan kita. Dan kita dapat memilih. Menjadi pemeran utama. Atau hanya figuran. Atau mungkin stuntman..
Orang yang memulai kesuksesan itu hebat. Dan orang yang disebut gagal itu juga hebat. Karena kegagalan adalah guru sejati kesuksesan. Dan mereka yang berpikir, akan menemukan bahwa kegagalan itu akan menjadikan kesuksesan lebih bermakna.
.
Tetapi entahlah
Konsep hanyalah konsep. Akan sangat sulit untuk melakukan apa yang kita cerca, kritisi dan hujat.
..
enggak jelas? emang
..
..
sebuah tulisan akibat penggangguran di masa akhir putih abu-abu yang diisi oleh kepanitiaan MESSAGE '10 yang GATOT (nggak hanya gagal total tetapi GAGAH TOTAL cause we've shown the best ), inspirasi dari novel 5cm, dan perasaan aneh yang mengganggu.
-Pengen naek gunung
kita memang harus melangkah
kadang kita ragu mengambil langkah
atau kita terlalu jauh dalam mengambil langkah
bahkan terlalu cepat
tetapi bukannya mundur juga suatu langkah
hanya dengan arah yang berbeda
.
.
.
Entahlah, kayanya emang definisi mundur selalu diidentikan dengan langkah yang berdelta negatif dan bernilai sama dengan mengalah. Dan bagi beberapa orang, mengalah berarti menunda dan menunda berarti kalah.
Tapi definisi itu seenggaknya bisa diatur ulang. Berpikir sejenak untuk mengambil langkah yang tepat. Mungkin mundur sebentar, untuk mengumpulkan energi dan akhirnya dapat melangkah dengan jauh dan cepat.
Tetapi berpikir terlalu lama juga hanya akan memupuskan angan untuk melangkah. Karena kereta pun tidak akan berhenti untuk menyampaikan pada penumpangnya bahwa kereta itu akan berangkat.
Mengapa kita tidak tahu?
Karena kita tidak diberi tahu?
Salah kawan
.
Kawan,,
sudah berapa lama kita menuankan diri kita sendiri di antara sekitar kita?
Selalu meninggikan ego diri dan menganggap bahwa saya harus diberi tahu, maka saya akan berpartisipasi. Apa salahnya ikut mencermati dan mengevaluasi langsung hingga adanya perbaikan. Bukan mengkritisi dan menghujat hanya karena perasaan pribadi yang tidak diikutsertakan secara formal.
.
Kawan,,
Seberapa sering kita melabeli negatif pada maksud orang lain yang kita belum ketahui tujuannya?
Hanya karena tidak sepaham atau seide, lalu kita mencari kesalahan walau hanya sebesar lubang jarum. Berusaha menarik lubang kesalahan itu agar robek dan menjadi aib besar. Hingga akhirnya kita dapat tertawa puas bahwa kitalah yang benar. Tetapi tanpa sadar bahwa kita telah menggerus maksud baik seseorang.
.
Kawan,,
Seberapa dalam luka kita karena tindakan orang lain?
Pernahkah kita cermati bahwa kita sendiri yang menggarami luka tersebut. Goresan itu adalah wajar dalam pertandingan. Jadi kesalahan yang dibuat orang lain dalam kehidupan itu wajar. Kesalahan itu mungkin menimbulkan luka. Tetapi memaafkan dan melupakan kesalahan itu akan menjadi betadine dan plester tersendiri bagi luka itu. Bukan menggaraminya dengan dendam dan keterpurukan diri.
.
Seberapa jauh kita pernah tertawa dan bahagia bersama teman?
Apakah hanya tawa dan canda yang kita bagi selama pertemanan atau persahabatan itu terjalin? Sedangkan luka dan perih teman kita hanya membeku dalam sepinya sendiri?
Pepatah Arab yang artinya Sebaik-baiknya teman adalah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa.
..
It's easy to share a happiness
but we can hardly share a pain
..
Dunia begitu gelap, dingin, kelam dan jahat karena kita menggambarkan tokoh dunia seperti itu. Kita adalah aktor dalam kehidupan kita. Dan kita dapat memilih. Menjadi pemeran utama. Atau hanya figuran. Atau mungkin stuntman..
Orang yang memulai kesuksesan itu hebat. Dan orang yang disebut gagal itu juga hebat. Karena kegagalan adalah guru sejati kesuksesan. Dan mereka yang berpikir, akan menemukan bahwa kegagalan itu akan menjadikan kesuksesan lebih bermakna.
.
Tetapi entahlah
Konsep hanyalah konsep. Akan sangat sulit untuk melakukan apa yang kita cerca, kritisi dan hujat.
..
enggak jelas? emang
..
..
sebuah tulisan akibat penggangguran di masa akhir putih abu-abu yang diisi oleh kepanitiaan MESSAGE '10 yang GATOT (nggak hanya gagal total tetapi GAGAH TOTAL cause we've shown the best ), inspirasi dari novel 5cm, dan perasaan aneh yang mengganggu.
-Pengen naek gunung
Langganan:
Postingan (Atom)
